darussalaf : Wahabi / Wahhaby bukan salafy/salafi/sunni

darussalaf : Ahlusunnah membongkar wahaby/anti madzab

About

This is an example of a WordPress page, you could edit this to put information about yourself or your site so readers know where you are coming from. You can create as many pages like this one or sub-pages as you like and manage all of your content inside of WordPress.

2 Responses to “About”

  1. Mandala Sukma said

    Yth,
    Redaksi
    Darussalaf
    di Tempat

    Ass. wr. Wb.,
    Saya ingin bertanya tentang masalah khulu.
    Saya berusia 54 thn dan istri saya telah berusia 48 tahun. Kami telah menikah kurang lebih sudah 26 tahun dengan tiga orang anak yang sudah besar-besar. Sejak awal pernikahan sampai akhir tahun kemarin kami merasakan hidup yang normal. Kehidupan keluarga kami bahagia. Tapi sejak awal tahun ini istri saya mulai menjalin komunikasi dengan mantan pacarnya, dan mulai menjauhi saya. Selanjutnya, dengan alasan bahwa dia tidak mencintai saya, dia mueminta agar saya mentalaknya. Tapi saya tidak memenuhi keinginan tersebut, karena saya tidak memiliki alasan yang kuat untuk mentalaknya. Selanjutnya pada suatu kesempatan secara sepihak dia mengucapkan khulu sambil melemparkan cincin kawin di hadapan saya. Saya tidak menganggap hal itu sebagai khulu, karena saya beranggapan bahwa khulu baru jatuh jika saya telah melafazkan “menerima khulu”. Selanjutnya dia juga berusaha melakukan hal yang sama di hadapan seorang ustad. Dia menyatakan khulu sambil menaruh qur’an dan mukena (sebagian dari mahar) di hadapan saya. Sekali lagi saya diam saja dan tidak melafazkan apapun. Tapi dengan sikapnya seperti itu dia sudah menganggap bahwa dia sudah khulu dan sudah merasa menjadi janda. Dia kemudian berencana untuk menikahi laki-laki mantan pacarnya itu, padahal saya merasa dia masih berstatus sebagai istri sah saya. Terus terang saya jadi bingung. Bagaimana sesungguhnya hukum khulu itu, apakah jika seorang istri telah menyerahkan maharnya ke suaminya sudah bisa dikatakan khulu, meskipun suaminya diam saja tanpa mengucapkan lafaz ? Apa yang sebaiknya saya lakukan menghadapi sikap istri seperti ini ? Mohon pencerahannya.
    Wassalam,
    Mandala Sukma

    • admin said

      salam
      mohon di damaikan dulu dengan membawa kedua orang tua (oarang yang dituakan) dari pihak suami dan istri…
      banyak berdoa dan shalat hajat, mohon kepada Allah agar keluarga disatukan kembali
      Banayak baca al qura’an dan dzikir..ingat , Iblis punya bala tentara yang khusus mengajak kepada perceraian dan permusuhan dalam keluarga

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: